Padi adalah tanaman pangan terpenting di
Jepang. Pemandangan sawah dan hasil panen di Kurihara, Prefektur Miyagi pada
musim gugur
Walaupun hanya 12% dari luas daratan di Jepang yang bisa
dipergunakan untuk pertanian, namun hasilnya termasuk memuaskan. Besarnya hasil
pertanian didukung oleh kesuburan lahan pertanian karena tanah yang mengandung
abu vulkanis. Di samping itu, penggarapan lahan pertanian dilakukan secara intensif
dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanian adalah sektor yang diproteksi
pemerintah dan menerima subsidi dalam jumlah besar.
Hasil pertanian Jepang berupa padi, kentang, jagung, gandum, kacang, kedelai, dan teh. Hasil peternakan berupa babi, ayam, telur, sapi dan susu. Sayur-sayuran berupa lobak, kubis, ketimun, tomat, wortel, bayam, dan selada
Jepang
dikenal sebagai negara paling maju di Asia. Namun tahukah anda, bahwa pertanian
disana ternyata masih kuat nuansa ‘tradisional’nya? Masa sih?
Ini
berita terkaitnya:
Begitu
kita berada di luar Tokyo,
terjadilah anomali. Ini terjadi karena ternyata Negeri matahari terbit ini juga
merupakan negeri para petani lokal/kecil. Di Fukuoka, kota terbesar nomor tujuh di Jepang, ladang
padi yang damai terselip diantara rumah dan candi, dalam bayang-bayang pencakar
langit yang hanya berjarak 10 mil.
Di
iklim yang sangat kondusif ini, pertanian keluarga menanam buat dan sayuran
dalam siklus tahunan, untuk memproduksi bahan pangan bagi kota berpenduduk 1,3 juta ini. Di daerah
suburban, dimana pertanian lokal jauh lebih banyak, konsumen sering mendapatkan
sayuran yang baru dipetik tadi pagi untuk makan malam. Di supermarket pada
jantung kota Fukuoka, adalah umum untuk mendapatkan
sayuran yang dipanen sehari sebelumnya.
Jika anda menggigit tomat atau stroberi disini, maka
efek dari kesegarannya akan segera terasa. Mereka sangat penuh cita rasa,
sehingga tidak perlu dipersiapkan lebih lanjut lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar